Partisipasi SAPPK pada Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional

Dalam memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, UPT Keamanan, Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan [UPT K3L-ITB] bekerjasama dengan Pusat Penelitian Mitigasi Bencana [PPMB] dan Keluarga Mahasiswa ITB menyelenggarakan kegiatan “Savety Drill, Evakuasi Gempa dan Kebakaran” pada hari Jumat [27/04/2018] di lingkungan ITB [kampus ITB Ganesha serta kampus ITB Jatinangor].

Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh civitas akademika ITB; staf dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa termasuk juga tamu ITB. Pada dasarnya kegiatan ini merupakan pelatihan/simulasi atas  kesiapsiagaan individu dalam menghadapi situasi bencana yang sesungguhnya, agar setiap individu mampu menyelamatkan diri dengan perilaku yang semestinya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ilustrasi terjadi bencana gempa bumi,  ditandai dengan diperdengarkannya sirene oleh K3L-ITB. Seluruh penghuni gedung [termasuk SAPPK]  dikondisikan untuk tidak panik dan mampu untuk menyelamatkan diri masing-masing, misalnya berlindung di bawah meja, melindungi kepala dengan barang empuk  [bantal, tas, dan lain-lain], menghindarkan diri dari barang-barang yang berpotensi menimpa diri [lemari, rak buku/arsip, plafond, dan lainya]. Selanjutnya petugas penjaga tiap lantai/ captain floor  menginstruksikan individu untuk keluar gedung menuju “titik berkumpul” yang sudah ditentukan, dengan bejalan melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan, menuruni tangga [bukan lift].

Di SAPPK  kegiatan ini dapat diikuti oleh seluruh individu yang berada di dalam gedung dengan baik dan lancar. Setelah para penghuni gedung berkumpul di “titik berkumpul”, manager building SAPPK [Alhilal Furqan M.Sc.,Ph.D.] menyatakan bahwa kondisi telah dinyatakan aman, sebelum acara ditutup, Dr. Harkunti P. Rahayu [Ketua Ikatan Ahli Bencana Indonesia, Dosen SAPPK] berkesempatan menyampaikan pesan penting sebagai berikut,

– Bahwa ITB terletak di cekungan Bandung yang secara geologis termasuk ke dalam wilayah yang memiliki potensi gempa tinggi. Oleh karena itu kita senantiasa dituntut untuk memiliki kesiapsiagaan dan kewaspadaan yang cukup tinggi dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana gempa.

– Melalui pelatihan ini diharapkan dapat mengevaluasi diri bagaimana sikap dan perilaku kita bilamana terjadi bencana gempa saat kita berada didalam gedung.

– Selain itu, evaluasi terhadap perbaikan fasilitas penunjang lingkungan dapat ditingkatkan dari waktu ke waktu, misalnya sejauh mana penentuan jalur evakuasi setiap gedung, aksesibilitas titik kumpul, dan sebagainya.

Berita Terkait