SUMMER CAMP : BALI, 2014.

Ubud has a known history and many unique cultural assets back to the eight century. These including rich historic cultural endowments such as traditional architecture, unique stree scapes, and historic sites that are increasingly recognized as important economic resources. It has become an important focal point for development based on these resources because they provide concentrations of heritage assets, infrastructure and transportation services, private sector activity, and human resources. Improving the conservation and management of urban heritage is not only important for preserving its historic significance, but also for its potential to increase income-earning opportunities, town livability, and competitiveness.

This summer school is proposed for intensify the partnership in local, national, and international level in understanding the local context [regional] issues, and based on current condition and the needs from the related stacekolders, especially ITB and local partner. Furthermore, Ubud in Gianyar Regency, Bali offers the local context and uniqueness in planning process and strong local contents that may enrich the knowledge of magister student to develop their ability to solve the regional issues and problems.

The crowdedness of the area has created problem including traffic congestion and interfering quality of life. The issues of tourism and cultural development may face unique planning process by involving the community at large in Ubud’s area.

Thus word from us, good relations with the international community and the world that the stakeholders can be forged SAPPK ITB further increased in a concerted effort to educate the nation and state.

 

I. TOURISM PLANNING

Konsep Pengembangan Kawasan Pariwisata Ubud;  Silaen, Cathelya YH., Widyastuti., Zulfi, Faizal,. Taofik, Salamun., KW, Wikra, La Ode Muhammad Faisal.

Kawasan Pariwisata Ubud terletak di Kab, Gianyar Bali, sudah dikenal masyarakat luas sebagai kawasan wisata alam dan budaya semenjak masa kolonial silam. Potensi alam dan daya dukung Kabupaten Gianyar ini, terutama dikawasan wisata Ubud membuat perkembangan industri pariwisata di kawasan pariwisana Ubud ini berkembang pesat dan mengalami perubahan dari masa ke masa.

Perlu adanya berbagai pengaturan dan penataan kembali kawasan ini menjadi sebuah kawasan pariwisata yang memiliki keunikan alam, seni dan budaya, namun tetap menjadi kasawan yang livable baik bagi masyarakat maupun bagi wisatawan. Hal yang dapat dilakukan adalah mengembangkan dan mengemas  daya tarik alam, seni dan budaya yang identik di beberapa titik luar pusat Kota Ubud, dalam rangka menyebar konsentrasi daya tarik dan wisatawan atau dengan kata lain menerapkan spreading concept. Dengan penerapan konsep ini, diharapkan dapat mengurai konsentrasi daya tarik wisata dan wisatawan di kawasan Ubud, mengembalikan dan mengemas kembali daya tarik wisata utama Ubud, serta pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat Kecamatan Ubud.

Dampak negatif juga muncul akibat perkembangan pariwisata di Kawasan Ubud, menyebabkan berbagai kekhawatiran, salah satunya akan keberlanjutan dari seluruh subsistem pariwisata itu sendiri. Perubahan guna lahan yang ekstensif, kemacetan, kesemrawutan lahan parkir hingga pergeseran keluhuran nilai alam, seni dan budaya yang awalnya menjadi daya tarik utama Ubud, menjadi perhatian utama berbagai kalangan saat ini. Jika dibiarkan, maka Kawasan Ubud akan lebih cepat mencapai titik jenuh, yang akan berdampak buruk pada industri pariwisata Ubud sendiri.

II. TRANSPORTASI

Parkir dan Rambu Lalu Lintas; Nurwardana, Johan Ramadhan., Bisrie, Procoyoniana S., Nurwewa, Anugrah., Nugroho, Muhammad Harry.

Penataan kawasan wisata Ubud tidak dapat dilepaskan dari pembenahan di sektor transportasi, karena semakin banyak kendaraan [baik kendaraan pribadi maupun kendaraan wisatawan] memasuki kawasan Ubud sehingga menyebabkan kemacetan.

Permasalahan kemacetan yang semakin parah harus diurai dari tahap awal, yakni dengan penghitungan jumlah kendaraan yang masuk dan keluar Ubud [traffic counting], bertujuan untuk mengetahui volume  rata-rata kendaraan di Ubud terutama pada saat akhir pekan.

Volume yang dihasilkan dari traffic counting akan dianalisa untuk mendapatkan tingkat layanan jalan [level of service],  dan kemudian dilakukan simulasi perhitunganlevel of service 5 tahun ke depan untuk memprediksi perubahan tingkat kemacetan di Ubud.

Adanya pengecualian yang tertera pada rambu menyebabkan kecenderungan orang untuk tidak mentaati rambu tersebut, yang berakibat ketidakteraturan lalu lintas.

Pembenahan Moda Transportasi

Berita Terkait