Bandung, 21 Juli 2026 — Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan Seminar Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota 2026 dengan tema “Soft Launch and Consultation of Guidelines for Designing Resilient Housing and Settlement: Beyond Housing Guidelines”. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 21 Juli 2026, pukul 09.00–12.00 WIB di Ruang Seminar Labtek IXA Lt. 2, Gedung Soegijanto Soegijoko, ITB.
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi dan konsultasi untuk memperkenalkan sekaligus memperoleh masukan terhadap pedoman perancangan hunian dan permukiman tangguh. Pembahasan diarahkan pada pengembangan pendekatan perencanaan dan perancangan yang tidak hanya berfokus pada aspek perumahan, tetapi juga mencakup ketangguhan kawasan permukiman dalam menghadapi berbagai tantangan perkotaan dan perubahan di masa depan.
Acara diawali dengan sambutan pembukaan oleh Prof. Puspita Dirgahayani, Dekan SAPPK ITB. Sesi seminar kemudian dimoderatori oleh Karina Putri, S.T., M.A., Ph.D., Dosen SAPPK ITB.
Turut hadir sebagai narasumber dan pembicara dalam kegiatan ini, yaitu Dr.-Ing. Andry Widyowijatnoko, S.T., M.T., Ketua Program Studi Sarjana Arsitektur, dan Profesi Arsitek (PPAr), SAPPK ITB; Dr. Saut Sagala, Kepala Program Studi Magister dan Doktor Perencanaan Wilayah dan Kota SAPPK ITB; Karnen Dasen, Program Development Manager Habitat for Humanity Indonesia; Dwi Agustanti, Government Relations, Advocacy and Partnerships Specialist Habitat for Humanity Indonesia; serta Aribah Farzeen Shah dan Silvi Marie Cannoux, intern Habitat for Humanity Indonesia dari University of the South Sewanee dan Polytech Orléans France.
Keterlibatan akademisi, praktisi, organisasi kemanusiaan, serta generasi muda dalam kegiatan ini memperkaya perspektif mengenai bagaimana pedoman perancangan hunian dan permukiman dapat dikembangkan secara lebih inklusif, adaptif, berkelanjutan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Selain dihadiri secara langsung di ITB, kegiatan juga dibuka melalui Zoom Meeting, sehingga memungkinkan partisipasi yang lebih luas. Melalui seminar dan konsultasi ini, SAPPK ITB bersama para mitra diharapkan dapat terus mendorong pengembangan pengetahuan dan praktik perencanaan permukiman yang mampu menjawab tantangan pembangunan perumahan dan kawasan perkotaan di masa mendatang.
Kegiatan ini menegaskan komitmen SAPPK ITB untuk memperkuat kolaborasi antara akademisi, pemerintah, praktisi, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat dalam mewujudkan hunian dan permukiman yang lebih tangguh dan berkelanjutan.











