Bandung, 31 Juli 2026 — Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB) memperbarui skema dua program unggulannya, yakni Writing Clinic dan Research Connect untuk tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai strategi konkret dalam menciptakan ruang produktif yang berkelanjutan bagi para akademisi untuk rutin menulis, berdiskusi, serta memperkuat kolaborasi penelitian antar-Kelompok Keahlian (KK).
Melalui penyesuaian skema ini, SAPPK ITB ingin menggeser paradigma penulisan karya ilmiah dari yang semula berbasis tenggat waktu menjadi sebuah budaya harian yang terstruktur.
Wadah Rutin untuk Menulis dan Berdiskusi
Program Writing Clinic versi baru tidak hanya hadir sebagai sarana konsultasi draft artikel ilmiah tetapi dirancang sebagai wadah intensif tempat para Research Assistant (RA) dan dosen berkumpul secara berkala untuk mengeksekusi ide, menyusun naskah, dan mendapatkan masukan konstrukstif dari mentor Writing Clinic maupun rekan sejawat dosen.
Pendekatan ini memberikan lingkungan yang minim distraksi, sehingga proses penulisan akademis dapat berjalan konsisten di tengah padatnya aktivitas pengajaran dan pengabdian masyarakat.
Mendorong Sinergi Riset Lintas Kelompok Keahlian
Sementara itu, program Research Connect 2026 difokuskan sebagai ruang kolaborasi antar-Kelompok Keahlian di lingkungan SAPPK ITB. Melalui forum diskusi terbuka dan terarah, para peneliti dari berbagai disiplin ilmu—mulai dari arsitektur, perencanaan wilayah dan kota, hingga pengembangan kebijakan—dapat saling bertukar ide dan memetakan potensi penelitian bersama.
Inisiatif ini diharapkan mampu melahirkan gagasan riset interdisipliner yang relevan serta berdampak luas bagi penyelesaian isu-isu kewilayahan dan lingkungan binaan di Indonesia, sekaligus mampu berkontribusi dalam wacana global.
Mendorong Output Berkualitas Tinggi
Melalui sinergi Writing Clinic dan Research Connect dengan skema baru ini, SAPPK ITB optimistis dapat meningkatan kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah bereputasi internasional, sekaligus mempererat jejaring akademis internal. Hal ini menegaskan komitmen SAPPK ITB untuk terus memfasilitasi iklim akademis yang inklusif, kolaboratif, dan berdaya saing global.




