Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Universiti Sains Malaysia (USM) menyelenggarakan program kolaborasi internasional bertajuk Global Project-Based Learning on A Review of Accessibility Facilities for Persons with Disabilities at Tourism Sites in Bandung, Indonesia pada 11–16 Mei 2026 di Kota Bandung. Program ini menjadi wadah pembelajaran kolaboratif yang mempertemukan akademisi, mahasiswa, dan praktisi untuk membahas isu pariwisata inklusif dan aksesibilitas pada destinasi wisata. Kegiatan ini juga mendorong penguatan kerja sama akademik lintas negara dalam pengembangan lingkungan wisata yang lebih ramah bagi seluruh kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah Lecture Session yang dilaksanakan secara luring pada Selasa, 12 Mei 2026, di Architecture Gallery, Labtek IX-B ITB. Sesi ini mengangkat tema Inclusive Tourism Infrastructure and Accessibility Standards dengan pembahasan mengenai standar aksesibilitas, desain inklusif, serta tantangan implementasi fasilitas ramah disabilitas pada kawasan wisata dan ruang publik. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif yang berkembang selama kegiatan berlangsung, khususnya terkait kondisi aksesibilitas di kota-kota berkembang dan kawasan wisata heritage.
Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber dari ITB, USM, dan DILANS Indonesia yang memiliki perhatian terhadap isu aksesibilitas dan pariwisata inklusif. Narasumber yang hadir antara lain Dr. Siti Hamidah Binti Husain dan Sr. Nuzaihan Aras Binti Agus Salim dari Universiti Sains Malaysia, Ir. Farhan Helmy, M.Eng. selaku Founder DILANS Indonesia, serta dosen ITB yaitu Bagas Dwipantara Putra, S.T., M.T., Ph.D., Dibya Kusyala, S.T., M.T., dan Dr. Eng. Arif Sarwo Wibowo, S.T., M.T. Melalui berbagai perspektif yang disampaikan, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pendekatan multidisiplin dalam menciptakan destinasi wisata yang aman, nyaman, dan inklusif.
Selain sesi kuliah dan diskusi, kegiatan juga dilanjutkan dengan praktik lapangan berupa pengukuran dan peninjauan aksesibilitas bangunan di Museum Kota Bandung. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis proyek untuk memahami secara langsung kondisi fasilitas aksesibilitas pada bangunan publik dan destinasi wisata di Kota Bandung. Peserta melakukan observasi lapangan terhadap elemen-elemen aksesibilitas seperti jalur pedestrian, akses masuk bangunan, sirkulasi ruang, serta fasilitas pendukung bagi persons with disabilities (PWDs).
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai konsep pariwisata inklusif, tetapi juga pengalaman praktis dalam melakukan asesmen aksesibilitas di lapangan. Hasil observasi dan diskusi selama program berlangsung diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi pengembangan destinasi wisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Program ini sekaligus menunjukkan komitmen ITB dan USM dalam mendukung pengembangan pariwisata yang berorientasi pada kesetaraan akses dan kualitas pengalaman bagi seluruh pengunjung.
Documentation:














