Bandung–Medan–Samosir — Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan Politeknik Pariwisata Medan sukses menyelenggarakan Winter School ITB 2026 dengan mengusung tema “Sustainable Small Island Development.” Program ini menjadi wadah kolaborasi akademik internasional yang mempertemukan mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi untuk bersama-sama mengeksplorasi berbagai tantangan dan peluang pembangunan berkelanjutan di pulau-pulau kecil.
Penyelenggaraan Winter School ITB 2026 juga didukung oleh berbagai mitra perguruan tinggi, yaitu Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Teknologi Sains Bandung (ITSB), Universitas Indo Global Mandiri (UIGM), Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR), Universiti Sains Malaysia (USM), The University of Sydney, RMIT University, serta didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Peserta kegiatan ini diikuti mahasiswa-mahasiswa nasional dan internasional.
Rangkaian kegiatan Winter School ITB 2026 terdiri atas dua sesi utama. Sesi pertama adalah International Virtual Course yang diselenggarakan secara daring pada 19–20 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan 14 narasumber dengan latar belakang yang beragam, mulai dari akademisi hingga profesional. Melalui kuliah daring ini, peserta memperoleh pemahaman awal mengenai berbagai isu, konsep, dan pendekatan dalam pembangunan pulau-pulau kecil yang berkelanjutan, mulai dari aspek perencanaan wilayah, pariwisata, lingkungan, sosial budaya, hingga pengembangan ekonomi masyarakat.
Selanjutnya, peserta mengikuti Field Activities yang dilaksanakan pada 25 Juni–1 Juli 2026 di Kota Medan dan Pulau Samosir, Sumatera Utara. Pada tahap ini, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk merumuskan topik mini research yang berkaitan dengan isu-isu pembangunan berkelanjutan di Pulau Samosir. Setiap kelompok melakukan observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat lokal, serta pengumpulan data untuk memahami berbagai tantangan dan potensi yang dimiliki kawasan tersebut.
Topik penelitian yang diangkat pun beragam, mulai dari aksesibilitas pariwisata, pelestarian budaya, pengelolaan lingkungan, hingga pengembangan ekonomi lokal. Selain melakukan penelitian, peserta juga berkesempatan mengenal lebih dekat keunikan Pulau Samosir, baik dari sisi lanskap alam, budaya Batak, maupun kehidupan masyarakat setempat. Pengalaman ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya mengintegrasikan aspek sosial, budaya, lingkungan, dan ekonomi dalam mewujudkan pembangunan pulau kecil yang berkelanjutan.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh kelompok mempresentasikan hasil mini research mereka di hadapan para mentor dan dosen. Sesi presentasi ini menjadi ruang diskusi akademik yang konstruktif, di mana setiap kelompok memperoleh masukan, tanggapan, serta perspektif baru untuk menyempurnakan hasil analisis yang telah dilakukan selama kegiatan lapangan.
Winter School ITB 2026 tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi para mahasiswa melalui pembelajaran lintas disiplin dan lintas budaya, tetapi juga memperkuat jejaring kolaborasi antarperguruan tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun kerja sama akademik yang berkelanjutan sekaligus melahirkan gagasan-gagasan inovatif untuk mendukung pengembangan pulau-pulau kecil yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Kelompok SDG’s:
- SDG 5 – Gender Equality (Kesetaraan Gender)
- SDG 6 – Clean Water and Sanitation (Air Bersih dan Sanitasi Layak)
- SDG 7 – Affordable and Clean Energy (Energi Bersih dan Terjangkau)
- SDG 11 – Sustainable Cities and Communities (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan)
- SDG 13 – Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim)
- SDG 14 – Life Below Water (Ekosistem Laut)
- SDG 15 – Life on Land (Ekosistem Daratan)










