Tim Mahasiswa S2 AR-ITB menjadi juara DRIA 2018

DRIA merupakan kegiatan Kompetisi Desain dan Simposium Internasional yang diselenggarakan oleh the National University of Singapore (NUS) setiap tahun sejak 2015. Kompetisi desain memajukan gagasan desain perkotaan dan arsitektur, serta mempromosikan inovasi dalam membangun teknologi untuk memastikan ketangguhan (resilience)  masyarakat terutama sebelum dan selama bencana berbasis air seperti banjir dsb. Kegiatan ini diikuti oleh 10 universitas terpilih sedunia, yaitu Bangladesh University of Engineering and Technology (BUET), Center for Environmental Planning and Technology University, India (CEPT), Institut Teknologi Bandung, Indonesia (ITB), University of Applied Sciences Rotterdam, National Cheng Kung University, Taiwan (NCKU), National University of Singapore (NUS), Royal Melbourne Institute of Technology, Australia (RMIT), South China University of Technology, China (SCUT), Technische Universität Darmstadt, Germany (TUD), Université de Montréal, Canada (UDM). Masing-masing universitas mengirimkan 2 tim, sehingga terdapat 20 tim peserta sayembara desain internasional ini yang dinilai oleh dewan juri internasional yang sangat ahli di bidangnya.

Kasus sayembara tahun ini adalah daerah tepian Sungai Chao-Praya di Bangkok, Thailand yang terancam banjir dan penurunan permukaan tanah. Mahasiswa telah mengerjakan sayembara ini selama semester II 2017/2018 sebagai tugas studio. Tim ITB diwakili 2 tim yang terpilih diantara 4 kelompok dalam studio perancangan arsitektur AR5290.

Tim A ITB dibimbing Pak A.D. Tardiyana dengan anggota tim Bhagaskara Adwitiya, Mutiara Ningrum, Yuninda Mukty Ardyanny, Aliviana Demami, Freddy Tjahyadi, Heince Maahury mengajukan gagasan bertajuk “Liquid Bangkok: Waterspatial Tactics for Resilience” berhasil meraih juara harapan/Honorable Mention.

Tim B ITB dibimbing Pak Jimmy Purba dengan anggota tim Belia Astoria, Tidi Ayu Lestari,  Cathrine, Diah Fitria Ardani, Agnestrisia, Winsensius Stevano Patrix Raco mengajukan gagasan bertajuk “WAT.er: Redefining Wat as the Centre for Resilience through the Temple Oriented Development” meraih Juara pada kategori Urban Design.  Juara kategori arsitektur tahun ini dari RMIT, sedangkan juara keseluruhan/overall dari NCKU.

Berita Terkait