Enter your keyword

SAPPK ITB Raih AUN/SEED-Net Research & Education Grant melalui Konsorsium EV-TRAC Asia

SAPPK ITB Raih AUN/SEED-Net Research & Education Grant melalui Konsorsium EV-TRAC Asia

Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Institut Teknologi Bandung memperoleh Research & Education Grant for University Consortium (REd-UC) dari ASEAN University Network/Southeast Asia Engineering Education Development Network (AUN/SEED-Net) yang didukung oleh Japan International Cooperation Agency (JICA). Hibah ini merupakan program penelitian dan pendidikan multi-years untuk periode 2026–2028, yang mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi di ASEAN dan Jepang serta mitra industri. EV-TRAC Asia menjadi salah satu dari empat konsorsium yang memperoleh REd-UC pada JFY 2026.

Program ini dilaksanakan melalui EV-TRAC Asia (Electric Vehicle Transition, Research and Adoption Consortium Asia) dengan Institut Teknologi Bandung sebagai Consortium Lead. Penelitian dari ITB dipimpin oleh Dr.Eng. Maya Safira, S.T., M.T., turut melibatkan Prof. Dr.Eng. Puspita Dirgahayani, S.T., M.Eng. dari SAPPK ITB; Prawira Fajarindra Belgiawan, S.T., M.Eng., Ph.D. dari Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB; serta Dr. nat. techn. Muhamad Rizki, S.T., M.T., bersama Cintia Nurliyana, Mohamed Yusuf Faridian Wirayat, Rafi Arganto Liano, dan Latifa Nor Asri, sebagai bagian dari tim riset dari ITB.

Kolaborasi internasional EV-TRAC Asia melibatkan Hiroshima University, Jepang, dengan Prof. Makoto Chikaraishi, Prof. Akimasa Fujiwara, dan Prof. Tao Feng; University of Asia and the Pacific (UAP), Filipina, melalui Varsolo Sunio; serta mitra industri Oriental Consultants Global Co., Ltd. (OC Global), Jepang, melalui Hirohisa Kawaguchi dan Yuma Tsumura. Dengan komposisi tersebut, konsorsium mempertemukan keahlian dalam perencanaan kota dan transportasi, travel behaviour, analisis spasial, pemodelan transportasi, kebijakan, serta perencanaan dan implementasi infrastruktur.

Penelitian EV-TRAC Asia mengangkat tema “Integrating Electric Vehicles as Feeders for the Jakarta MRT East-West Corridor.” Penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk mengintegrasikan kendaraan listrik ke dalam sistem MRT, khususnya sebagai moda first- and last-mile pada koridor MRT East–West yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah Banten dan Jawa Barat. Kajian mencakup pola spasial permintaan dan penggunaan kendaraan listrik, kebutuhan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), serta aspek kebijakan dan kelembagaan yang berkaitan dengan integrasi EV, MRT, dan Transit-Oriented Development (TOD).

Dari sisi metodologi, penelitian menggabungkan GIS dan spatial analysis, cluster analysis untuk penyusunan tipologi stasiun, analisis kebutuhan infrastruktur, policy and institutional mapping, serta optimization modelling. Salah satu bagian utama penelitian adalah pengembangan location-allocation optimization model untuk menentukan prioritas lokasi infrastruktur kendaraan listrik dengan mempertimbangkan pola permintaan, ketersediaan lahan, aksesibilitas, serta karakteristik kawasan di sekitar stasiun MRT.

Sebagai program multi-years, EV-TRAC Asia dilaksanakan secara bertahap hingga 2028, mulai dari pengumpulan dan analisis data, pengembangan model dan kerangka perencanaan Integrated MRT–EV, hingga penyusunan modul pelatihan, panduan prioritisasi stasiun, policy brief, dan rekomendasi teknis. Kegiatan penelitian juga mencakup capacity building dan knowledge transfer bersama pemerintah, perencana, praktisi, serta pemangku kepentingan transportasi. Sejumlah keluaran penelitian selanjutnya direncanakan untuk diintegrasikan ke dalam kegiatan pendidikan tingkat pascasarjana di ITB.