Enter your keyword

Dosen SAPPK ITB Terlibat Kegiatan Capacity Building Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) di Kampus ITB Cirebon

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Oleh : Admin

Pada hari Kamis (31 Oktober 2024), Badan Pengelola Kawasan Rebana Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan “Capacity Building” Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) di Kampus ITB Cirebon, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. KKPR merupakan persyaratan dasar untuk memperoleh perizinan berusaha, menggantikan izin lokasi dan izin pemanfaatan ruang, dengan memperhatikan kesesuaian antara rencana kegiatan pemanfaatan ruang dengan Rencana Tata Ruang (RTR). Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan berbagi pengalaman terkait KKPR bagi anggota Forum Penataan Ruang (FPR) pemerintah daerah, khususnya yang berada di kawasan Ciayumajakuning Rebana. Turut hadir pada acara tersebut adalah Ir. Bernardus Djonoputro, M.M., Ibu Rahma Julianti, M.Sc., perwakilan dari pihak Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dan Kantor Pertanahan Kabupaten Majalengka. Selain itu, beberapa dosen SAPPK ITB diundang sebagai narasumber untuk membahas studi kasus serta permasalahan dan kendala dalam penerbitan persetujuan KKPR, juga berbagi pengalaman keterlibatan dalam FPR Daerah kabupaten/kota, yaitu Dr. Iwan Kustiwan, Prof. Sri Maryati, dan Nurrohman Wijaya, Ph.D.

Pada sesi awal, Bapak Ir. Bernardus Djonoputro selaku Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Rebana memaparkan materi terkait perwujudan pembangunan kawasan Rebana dalam konteks “by design not by chance.” Beliau menyampaikan bahwa kawasan mega-urban Jawa Barat berpotensi menjadi provinsi penyumbang kontribusi ekspor terbesar di Indonesia, khususnya di kawasan metropolitan Rebana. Beliau juga menyampaikan pentingnya kesesuaian perencanaan tata ruang dan pemanfaatan ruang kawasan dengan menampilkan status Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kabupaten/kota di metropolitan Rebana. Selanjutnya, perwakilan pihak Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dari Direktorat Perizinan Berusaha Sektor Non-Industri menyampaikan substansi mengenai penyelenggaraan KKPR Darat pada sistem OSS-RBA. Kemudian, Ibu Rahma Julianti, M.Sc. selaku Direktur Sinkronisasi Pemanfaatan Ruang, Direktorat Jenderal Tata Ruang, Kementerian ATR/BPN membahas mengenai proses pelaksanaan KKPR dan peran FPR pada proses penilaian kesesuaian kegiatan pemanfaaatan ruang. Kemudian, perwakilan pihak Kantor Pertanahan Kabupaten Majalengka menyampaikan bahasan tentang pelaksanaan KKPR di Kabupaten Majalengka.

Pada sesi berikutnya, Bapak Dr. Iwan Kustiwan mengawali pemaparan dengan materi tentang peran dan tugas FPR, baik dalam perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian pemanfaatan ruang, termasuk skema dan proses bisnis pelaksanaan persetujuan KKPR berusaha. Selanjutnya, Bapak Nurrohman W., Ph.D. yang juga selaku anggota FPRD Kabupaten Kuningan dari anggota profesi, serta Wakil Ketua Divisi Pembinaan Wilayah Perencanaan, Ikatan Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota (IAP) Provinsi Jawa Barat, menyampaikan hal terkait peluang dan tanangan peran FPR Daerah dalam Penataan Ruang Jawa Barat. Kemudian, Prof. Sri Maryati membagi pengalaman beliau dalam keterlibatannya sebagai anggota FPR daerah Kota Cirebon, khususnya mengenai kegiatan pengadaan tanah untuk kepentingan umum, yaitu keberadaan tempat pengolahan akhir Kopiluhur di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti. Setelah seluruh narasumber menyampaikan materinya, sesi selanjutnya dilakukan kegiatan diskusi dengan para peserta yang hadir. Para peserta cukup antusias menyimak dan melakukan diskusi dengan para narasumber.

Pada akhir acara, seluruh para peserta kegiatan berkesempatan untuk berkunjung ke ruangan Pusat Studi Metropolitan (Metropolitan Center) di Kampus ITB Cirebon. Metropolitan Center Kampus ITB Cirebon yang telah diresmikan pada Februari 2023 merupakan pusat studi di bawah SAPPK ITB yang berfokus dalam kajian pengembangan metropolitan. Mereka mendapatkan pengarahan dan penjelasan mengenai kegiatan yang dilakukan di Metropolitan Center, di antaranya kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdiam masyarakat. Hingga tahun 2024, Metrpolitan Center telah melakukan 12 kegiatan studio (proses perencanaan, studio perencanaan kota, dan studio perencanaan wilayah), 17 kegiatan pengabdian masyarakat, dan 42 penelitian tugas akhir.

Kegiatan Capacity Building ini berjalan dengan baik dan para peserta cukup antusias dan aktif melakukan diskusi membahas KKPR. Secara umum, kegiatan ini telah memberikan pengetahuan tambahan bagi para peserta dan berbagi pengalaman dari para narasumber. Selain sebagai upaya pengabdian masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi penguatan keberadaan pusat studi meeropolitan Kampus ITB Cirebon dalam berkontrbusi pada pengembangan metropolitan di Indonesia umumnya, dan khususnya di kawasan metropolitan Rebana Provinsi Jawa Barat.

Documentation:

Home
Jadwal dan Acara Tautan Penting Informasi Publik