Dosen SAPPK ITB Bersama Tim Bangun Hunian Sementara untuk Korban Longsor di Cisarua
Kabupaten Bandung Barat — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh sivitas akademika Institut Teknologi Bandung (ITB). Dosen Program Studi Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB, Dr. Ing. Andry Widyowijatnoko, bersama tim ITB dan Rumah Amal Salman, berhasil membangun Rumah Darurat (Hunian Sementara) bagi warga terdampak longsor di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Pembangunan hunian sementara ini merupakan respon cepat atas musibah tanah longsor yang melanda kawasan tersebut, yang mengakibatkan sejumlah warga kehilangan tempat tinggal. Hunian sementara yang dibangun dirancang agar layak huni, aman, serta dapat memberikan kenyamanan dasar bagi para korban selama masa pemulihan.
Dr. Ing. Andry Widyowijatnoko menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi nyata akademisi dalam membantu masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat pascabencana. Dengan mengedepankan prinsip arsitektur yang adaptif dan efisien, hunian ini dibangun dengan mempertimbangkan aspek kecepatan konstruksi, ketersediaan material, serta kebutuhan mendesak warga.
Kolaborasi antara ITB dan Rumah Amal Salman juga menjadi kunci dalam percepatan pembangunan hunian ini. Selain melibatkan tenaga ahli, kegiatan ini turut didukung oleh relawan yang bekerja secara gotong royong di lapangan.
Warga setempat menyambut baik kehadiran hunian sementara ini. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang aman dan layak, sekaligus memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk bangkit pascabencana.
Melalui kegiatan ini, ITB kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang aktif berkontribusi dalam penanganan bencana dan pemberdayaan masyarakat.
Dokumentasi:


