Latar Belakang

Kondisi geografis Indonesia yang terbentang sangat luas dan terdiri dari pulau-pulau yang tersebar menyimpan kendala besar bagi proses pembangunan. Salah satu upaya strategis yang perlu dilakukan adalah menciptakan keterkaitan antar daerah ataupun antar wilayah secara baik, sehingga seluruh wilayah Indonesia merupakan sekumpulan entitas negara kesatuan yang terpadu. Keterkaitan ini akan tercipta jika sistem transportasi tertata dengan baik. Sejauh ini tatanan sistem transportasi yang ada di Indonesia masih jauh dari sempurna. Hal ini terlihat dari masih banyaknya daerah yang terisolasi karena tingkat aksesibilitas yang rendah, yang pada gilirannya menyebabkan tidak meratanya derap pertumbuhan yang terjadi di Indonesia.

Tantangan penataan sistem transportasi tidak hanya pada masalah teknologi, tetapi juga pada aspek-aspek perencanaan, manajemen, dan pengoperasian. Di sisi lain, perkembangan ilmu dan teknologi di bidang transport pada beberapa tahun ke depan akan berkembang sangat pesat. Perkembangan yang sangat pesat tidak hanya pada aspek teknologi mekanik dan elektrik, tetapi juga ditunjang oleh perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi.

Faktor utama untuk menjawab tantangan sektor transportasi ini adalah kesiapan sumberdaya manusia baik dari pihak regulator (pemerintah), operator (pelaku bisnis transportasi), maupun perencana. Diperlukan banyak tenaga ahli yang berbobot untuk menangani berbagai tantangan tersebut. Meningkatnya tantangan sektor transportasi sebegitu jauh belum diimbangi dengan peningkatan jumlah tenaga ahli yang berbobot untuk menangani masalah tersebut baik di lingkungan lembaga pemerintah, asosiasi, pendidikan maupun konsultan yang bekerja di bidang ini.